Apa itu Plasenta?

Plasenta atau yang juga dikenal sebagai ari-ari berfungsi sebagai media nutrisi untuk embrio yang ada dalam kandungan. Plasenta memiliki bobot sekitar 600 g dengan diameter 16 hingga 18 cm, mengandung 200 ml darah yang mengisi jaringan seperti spon.

Plasenta merupakan organ manusia dengan fungsi yang temporer. Selama berfunsi sebagai sumber kehidupan atau anak yang belum jadi, plasenta kaya akan kandungan darah dan juga protein seperti albumin, hormon seperti esterogen dan substansi lain seperti asam deoxy ribonukleat dan asam ribonukleat.

Yang menarik dari albumin manusia (sebagai pengganti plasma darah) dari plasenta adalah adanya kandungan gamaglobulin, immunoglobulin seperti IgG, IgA, dan asam-asam amino serta substansi biologi lainnya untuk kepentingan farmasi dan diagnostik.

Penelitian lebih lanjut terhadap komponen plasenta rutin dilakukan dan setiap saat pula komponen baru ditemukan dalam plasenta.

Untuk kepentingan farmasi plasenta memiliki kegunaan dan khasiat yang luas adntara lain untuk menyembuhkan immunodfisiensi, cacat bawaan, hypogamma globulinemia, terapi kanker, kehilangan protein akut melalui luka baker, infeksi bakteri yang berulang dan serius, kondisi membusuk/infeksi pada kelahiran baru, bayi prematur, meningitis dan osteomyelitis. Selain itu, masih untuk aplikasi farmasi, plasenta berfungsi untuk mengatasi infeksi virus yang serius seperti pada virus meningocaphalitis, infeksi hepatitis, dan kontaminasi virus HIV. Ekstraks plasenta juga digunakan untuk mencegah infeksi virus pada pasien dengan kondisi tua dan lemah yang memiliki resiko tinggi sebagaimana pasien yang mengatasi terapi immunosuppressive.

Ekstraks plasenta dapat digunakan sebagai immunostimulan pada kanker sebagaimana immunosuppresor untuk pencegahan dan terapi gejala penolakan transplasi organ dan penanganan anemia serius aplastik pada pasien yang tidak memenuhi syarat untuk transplantasi sumsum tulang.

Untuk Kosmetika


Ekstraks plasenta, sumber protein biologis yang bisa berasal dari hewan atau manusia, digunakan di dalam kosmetika seperti krem regenerasi dengan tujuan untuk memperbaiki elastisitas kulit dan mencegah atau menghentikan degenerasi sel. Oleh karena itu plasenta diaplikasikan sebagai faktor eksogenik untuk menstimulir regenerasi sel, sehingga menghasilkan fungsi kulit yang diinginkan, yaitu kulit muda belia. Dengan khasiat seperti itu plasenta kini banyak digunakan dalam berbagai produk kosmetika. Dalam produk placenta Lotion, produk yang dibungkus dengan ampul-ampul kecil itu digunakan untuk mengoles kulit. Salah satu contoh yang ada di pasaran adalah lotion merek “La Tulipe” yang diproduksi oleh PT Rembaka, Sidoarjo. Lotion itu disebutkan mengandung sari plasenta atau ari-ari dan digunakan sebagai penyegar untuk kulit menua.

Selain itu ada pula produk “Placenta Snow White Lily” yang diproduksi oleh Yoshihiro Clinic, Tokyo-Japan. Di dalam kemasannya dikatakan bahwa produk tersebut mengandung ekstrak plasenta dan lily plasenta yang berfungsi memberika khasiat mempermuda kulit, menghilangkan noda penuaan, menjaga kelembutan kulit dan sejumlah khasiat spektakuler lainnya.

Produk-produk yang juga mengandung ekstrak plasenta yang ditemukan di pasar antara lain sabun mandi, lotion, perawatan kulit dan juga bedak. Kosmetika itu dijual bebas dengan harga yang cukup mahal. Misalnya saja untuk lotion yang hanya berisi enam ampul dijual dengan harga Rp. 60.000 per bungkus. Harga ini sangat bervariasi di berbagai tempat penjualan. Seiring dengan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan kulit yang cantik dan menawan, produk-produk berplasenta akan semakin digemari. Harga mahal tidak terlalu masalah. Tetapi tanpa informasi yang memadai kepada konsumen, tidak menutup kemungkinan masyarakat akan terjebak kepada produk-produk yang sebenarnya najis dan dilarang agama.

Preparat kosmetik yang menggunakan plasenta atau turunannya tidak jelas sumber plasenta yang digunakan, apakah berasal dari plasenta manusia atau hewan. Kedua-duanya memiliki permasalahan yang sama ditinjau dari sudut kehalalan.

Ditinjau dari sudut farmasi dan kosmetika, plasenta mungkin memiliki khasiat-khasiat yang signifikan. Tetapi, apapun khasiatnya, kalau bahan itu tidak halal tetapsaja haram. Allah pasti memiliki rahasia yang tidak atau belum kita ketahui.

Mungkin saja dibalik berbagai manfaat itu tersembunyi mudharat yang lebih besar, tetapi belum diketahui. Sebagaimana kegunaan babi, di samping manfaat yang banyak juga terdapat kumudhorotan yang lebih besar.Salah satu indikasi kumodhorotannya itu, tanpa melihat sumbernya, adalah bahwa sesuatu benda asing yang masuk ke dalam tubuh kita pasti akan memberikan suatu reaksi, apakah reaksi alergi, intoksikasi ataupun intoleransi.

Lepas dari manfaat dan mudhorot, dasar pijakan umat adalah halal dan haram. Meskipun banyak manfaat dan tidak diketahui mudhorotnya, yang halal adalah halal dan yang haram adalah haram. Tetapi yang perlu kita ketahui adalah bahwa Allah maha pengasih dan penyayang.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: