Cantik di Balik Produk Haram

Bagi kalangan tertentu penampilan adalah segalanya. Mereka mau berbuat apa saja dan mengorbankan apapun demi kulit kencang dan cantik. Bahkan kalau harus merogoh kantong lebih dalam mereka rela melakukannya. Tetapi masalahnya bukan sekedar kantong. Bagi kalangan tertentu harga berapapun tidak masalah, asalkan mendapatkan apa yang diinginkannya. Tetapi masalah yang lebih penting lagi adalah factor kehalalan bahan kosmetika tersebut. Siapa tahu dibalik keindahan kulit yang dipoles kosmetika itu tersembunyi bahan-bahan najis yang dilarang agama.

Mencermati Produk-Produk Kecantikan

Produk tersebut bisa jadi produk yang mengandung ekstraks plasenta manusia atau pun produk yang mengandung kolagen. Produk-produk kosmetik yang mengandung 2 bahan tersebut telah banyak ditemukan di pasaran. Ada yang merupakan produk impor dan juga produk buatan lokal.

Produk Impor yang kami amati berasal dari Jepang dan Swirzerland. Sedangkan jenis produk tersebut bisa merupakan lotion wajah, sabun mandi atau pun lotion untuk tangan dan tubuh. Produk sejenis yang merupakan produk local pun ada di pasaran.

Selain penggunaan kedua bahan tersebut, asam lemak asam lemak yang berasal dari hewan pun bisa jadi digunakan. Produk yang mengandung kolagen atau pun plasenta umumnya dari ekstraks plasenta manusia) tentunya perlu mendapatkan perhatian konsumen muslim. Mengapa?

Kolage adalah suatu jaringan ikat yang terdapat pada semua hewan (bahkan pada manusia). Namun sumber kolagen yang memiliki nilai ekonomis adalah yang berasal dari hewan seperti sapi, domba, ikan dan babi. Walaupun dalam suatu diskusi dengan suatu pusat kecantikan di Eropa dikatakan bahwa sumber kolagen yang digunakan untuk produk kecantikan, baik sebagai krem atau pun bentuk suntikan kolagen berasal dari sapi, namun dalam literatur dikatakan bahwa babi juga merupakan sumber kolagen yang digunakan untuk produk kosmetik.

Penggunaan kolagen dalam dunia kecantikan tidak hanya dalam preparat krem atau lotion, tapi juga pada preparat yang disajikan dalam bentuk konsumsi sebagai kapsul atau kaplet yang mengandung kolagen. Produk tersebut biasanya dijual dengan harga yang tidak murah.

Adapun penggunaan ekstraks plasenta yang umumnya berasal dari plasenta manusia, MUI telah memfatwakan bahwa penggunaan bahan yang berasal dari organ tubuh manusia adalah haram untuk dikonsumsi (digunakan), sebagaimana keputusan yang dikeluarkan komisi fatwa dalam pembahasan penggunaan sistein dari rambut manusia.

Lalu akankah kita membiarkan diri ini cantik dengan produk yang diharamkan oleh Allah? Wallahua’lam bishwab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: