Produk-Produk Yang Tidak Jelas Kehalalan-nya

Cokelat

Cokelat menggunakan lesitin (lechitin) sebagai pengemulsi (emulsifier). Lesitin Komersial biasanya berasal dari kedelai, biji bunga matahari, jagung dan masih banyak lagi jenis tanaman lain. Pembuatan lesitin melibatkan proses ekstraksi untuk menghasilkan minyak kasar. Minyak kasar ini kemudian dimurnikan agar diperoleh lesitin kasar. Lesitin kasar akan diproses lagi menjadi lesitin standar. Lesitin standar inilah yang kemudian

Dimodifikasi, bias dengan cara kimia, bias juga dengan cara enzimatis (menggunakan enzim).

Nah, salah satu enzim yang digunakan secara komersial dalam jumlah besar adalah enzim phospolipase A2. Anda tahu enzim ini diperoleh dari mana? Ya. Pankreas Babi. Jadi, pastikan saja kita memilih coklat yang

telah terjamin kehalalannya.

Tape

Menurut Penelitian, setelah fermentasi selama dua hari saja, kadar alcohol dalam tape ketan sudah mencapai 2,7 % dan setelah dua setengah hari (30 jam) kadarnya akan meningkat menjadi 3,3 %

Tape ketan, jika tidak direbus, akan terus mengalami fermentasi meski ia kita simpan di kulkas. Maka, untuk amannya, lebih baik hindari tape (termasuk tape singkong) yang sudah berair.

MSG

Monosodium Glutamate yang biasa dikenal sebagai MSG, Vetsin, atau Ajinomoto saja adalah penyedap rasa yang ditemukan dan dipatenkan oleh Ajinomoto Corporation di Jepang pada tahun 1909.

Penyedap yang dulu kental diasosiasikan dengan masakan Cina ini, kini justru kebih sering didapati di Amerika Serikat dalam produk sup kaleng, daging sapid an ayam, keripik kentang, pelbagai makanan kecil, makanan beku, dan makanan instant seperti mi. Dan tentu saja ia juga beredar luas di Indonesia.

Titik rawan MSG ada pada bahan pengembang kultur bakterinya. Bahan yang diperbolehkan adalah polypeptone. Kasus yang paling menggemparkan tentu kasus Ajinomoto pada Januari 2001. Kala itu, sepanjang Juni 2000 hingga kasus itu terekspos, tanpa memberitahukan pada LPPOM-MUI, Ajinomoto mengganti polypeptone dengan bactosoytone yang mengandung porcine. Nah, porcine adalah enzim yang berasal dari pankreas babi.

Akibatnya, Ajinomoto harus menarik sejumlah besar produknya. Polisi setempat bahkan sempat menutup pabriknya buat sementara.

Produk Transgenik

Tomat hasil rekayasa genetika, yang awet dan tak mau kisut mulai dikonsumsi sejak tahun 1994, dan segera diikuti dengan membludaknya tanaman hasil rekayasa genetika. Jadi, tanpa kita sadari, selama ini kita telah mengonsumsi tempe, tahu, dan susu asal kedelai transgenic (karena sejak tahun 2000, tiap tahun Indonesia mengimpor lebih dari sejuta ton kedelai dan 700.000 ton jagung dari Negara maju penghasil kedelai dan jagung transgenic).

Teknologi rekayasa genetika membuat manusia leluasa memindahkan gen atau DNA (pembawa informasi genetic) dari satu makhluk hidup (bukan hanya tumbuhan, tapi juga virus, abkteri, dan hewan) ke makhluk hidup lain sehingga menghasilkan organisme hasil modifikasi yang kita sebut organisme transgenic. Dengan kata lain, manusia bisa menentukan tampilnya sifat-sifat tertentu saja dari suatu organisme dan membuang sifat yang lain. Manusia bias merekayasa agar suatu tanaman jadi tahan lama, tahan hama, bias cepat dipanen, dan sebagainya.

Cakupan produk transgenic amat luas. Hampir seluruh factor produksi peternakan telah tersentuh rekayasa genetika. Produksi obat-obatan yang berasal Dari hewan, tanaman dan mikroorganisme kebanyakan dibuat melalui teknik ini. Vaksin Rabies, vaksin herpes, vaksin hepatitis B, vaksin kolera, vaksin kolera, vaksin lepra dan vaksin malaria, didapat via rekayasa ini. Juga hormon insulin, hormon pertumbuhan. Dalam industri pangan, produk transgenic akan beredar menjadi enzim pembuat keju, pewarna makanan dan pengawet makanan.

Namun, di samping semua keunggulan tersebut masih perlu penilitian panjang dan perhatian serius pemerintah agar kita mendapatkan kepastian baik-buruknya produk transgenic ini buat kesehatan dan lingkungan kita. Juga, bagaimana halal-haramnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: