Berhati-hati dengan Minyak!

Minyak (cair) dan lemak (padat) yang digunakan untuk minyak goreng, suplemen makanan, maupun bahan baku industri pangan dan lainnya, berdasarkan asal bahannya dibedakan mejadi dua kelompok, yaitu minyak nabati (dari tanaman) dan minyak hewani (dari hewan).

Minyak nabati yang banyak dipakai sebagai minyak goreng antara lain minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Ada minyak lemak, yang termasuk lemak tetapi pada suhu kamar berbentuk cair. Misalnya minyak kacang, minyak jagung, minyak wijen. Minyak goreng dari tanaman pun seharusnya bersertifikat  halal karena untuk proses pemucatan minyak kalau digunakan karbon aktif, harus digunakan karbon aktif yang berasal dari tanaman (tempurung kelapa, kayu, dll.) tidak boleh yang berasal dari hewan babi.

Yang berasal dari tulang sapi dan hewan halal boleh asalkan diproses sesuai ajaran islam. Minyak nabati (vegetable oil) di luar negeri dapat mengandung minyak hewani sampai dengan 10%. Oleh karena itu kalau beli minyak, apalagi yang berasal dari produk luar negri carilah yang berlabel halal!

Untuk minyak hewani, memang juga beragam asal hewannya;misalkan minyak ikan (mackerel, tuna, sardin, salmon, ikan paus, dll.) minyak lemak ayam, minyak jangkrik sertaminyak yang berasal dari hewan halal lainnya, asalkan diproses secara islami dengan alat dan bahan yang halal, maka termasuk produk halal. Minyak dan lemak yang berasal dari hewan haram seperti babi, tentu saja haram bagi umat Islam.

Lard (lemak babi padat) sangat banyak di pasaran dan digunakan dalam berbagai campuran makanan; bahan ini diharamkan dalam Islam! VCO (virgin coconut oil), minyak kelapa murni, atau Bio Power Extra Virgin Coconut Oil terbuat dari kelapa murni dan tanpa campuran zat kimia apapun, diproses tanpa pemanasan, tanpa bahan kimia, pewarna ataupun pengawet.

Kadar asam lauratnya di atas 50%, tahan oksidasi, tidak mudah tengik, cukup tahan lama tanpa mengalami kerusakan yang berarti selama peyimpanan pada suhu biasa, VCO sekarang memang lagi ngetrend digunakan untuk minuman suplemen kesehatan, karena kandungan asam lemaknya berantai sedang dan mudah diserap usus, masuk peredaran darah dan dimetabolisir sehingga mudah menghasilkan energi cepat dalam semua kondisi fisiologi tubuh.

Menurut Prof. Walujo Soerjodibroto (FKUI) 50% asam lemak dari minyak kelapa merupakan asam laurat dan 7% asam kaprat, keduanya mampu menembus “lipid luar” virus sehingga bersifat antivirus. Selain itu juga bersifat antibakteri dan anti protozoa. Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat!

(Dari Majalah Nurani)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: